Brook Dikalahkan Big Mom



Oleh Ardian Je

Dalam episode 820 One Piece, terjadi banyak pertarungan: Luffy melawan para anak bah Big Mom dan ia juga berhadapan dengan Cadenza, salah satu anak buah yang lumayan kuat; Pedro bertempur melawan Baron Tamago, musuh bebuyutannya di masa lalu. Namun, dalam ulasan kali ini, saya ingin membahas pertarungan yang terjadi di Ruang Harta Karun, pertarungan antara Brook dan Big Mom yang mencapai puncaknya.
Brook, menurut saya, sudah mati-matian melawan Big Mom. Ia sudah mengeluarkan jurus-jurus saktinya. Tapi tak mempan. Dalam pertarungan ini, tentu sudah bisa terbaca oleh para penonton: Brook dan Big Mom berbeda kelas; secara gitu loh, Big Mom salah seorang Yonkou, kaisar lautan yang terkuat dan tentunya punya kekuatan yang dahsyat. Ditambah lagi, Brook tidak menghadapi Big Mom seorang. Ke mana pun perginya, Big Mom akan selalu ditemani dengan si awan yang bisa menghantarkan halilintar Zeus, si api yang bisa membakar segalanya Prometheus—dua karakter ini namanya sama dengan dewa-dewa dalam mitologi Yunani—dan topinya yang juga bisa ikut bertarung (saya lupa namanya), yang dalam prediksi saya mereka tidak hidup dari jiwa yang diberikan Big Mom. Dengan kata lain, Zeus, Prometheus dan si topi memiliki jiwa sendiri, tidak seperti para Cheess Peacekeeper.
Meski demikian, semangat Brook untuk melawan dan mendapatkan salinan Road Poneglyph patut diacungi jempol.

“Maafkan aku, tapi aku tidak tahu caranya menyerah!” kata Brook dengan penuh semangat, di tengah-tengah gempuran Zeus dan Prometheus.
Zeus terus menyerang Brook dengan kilatan-kilatan halilintar yang dahsyat. Brook terpental, tapi ia maju terus. Disambut dengan kobaran api yang disemburkan Prometheus. Tapi Brook tak gentar, ia terus menerjang. Tujuannya agar ia bisa melukai Big Mom dengan mata pedangnya. Naas, meski Brook sudah melewati hantaman halilintar dan semburan api, mata pedangnya memang berhasil mencapai kulit Big Mom, tapi sayangnya hanya sekadar menempel. Kulit Big Mom keras tak tertembus bagai karang, seperti sudah dialiri haki, padahal tubuh Big Mom tidak dialiri haki yang ditandai dengan berubahnya warna kulit menjadi hitam legam. Betapa kuat Big Mom! Bagaiamana musuh-musuhnya bisa mengalahkannya sementara kulitnya pun tidak bisa dilukai setitik pun oleh mata pedang Brook, yang kita sendiri tahu bahwa Brook juga memiliki ilmu pedang yang lumayan hebat?
Brook tertangkap, dan dipreteli setiap jengkal pakaiannya, sehingga tubuhnya yang hanya berupa tulang-belulang, kecuali rambutnya yang kribo Afro, terkesan seperti mainan tengkorak di kepalan tangan Big Mom yang raksasa.
Para Cheess Peacekeeper memeriksa seluruh pakaian dan alat tempur Brook, ternyata tidak ada satu lembar pun salinan Road Poneglyph. Mereka senang, karena salinan Road Poneglyhph, yang bisa menjadi petunjuk menuju Raftel, tidak berhasil dimiliki Brook. Itu sangat membahagiakan mereka.
Tapi saya curiga, jangan-jangan Brook sudah menyalin Road Poneglyph itu kemudian menyebunyikannya di rambut Afro-nya. Atau bisa jadi, Brook tidak menyalinnya pada secarik kertas, melainkan merekamnya di dalam ingatannya, berkat bantuan buah iblis yang dimakannya.
Bagaimanapun, meski hanya seonggok tulang-belulang dengan rambut Afro, Brook menunjukkan bahwa ia kru yang loyal bagi Bajak Laut Topi Jerami. Ia berani menghadapi risiko yang sangat tinggi dan berhadapan langsung dengan orang terkuat di Pulau Whole Cake.
Brook, engkau pria sejati.
Jika ada yang kurang dalam tulisan ini, diperkenankan kepada teman-teman untuk menambahkannya.
Terima kasih.

Bojonegara, Banten, Senin, 8 Januari 2018

Ardian Je, relawan Rumah Dunia; penyuka anime yang masih amatir.

Foto diambil dari Youtube yang di-screen shoot.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bolu Kukus Legit dari Parahyangan

Tradisi, Islam, dan Masalahnya

Impian Luffy, Menjadi Raja Bajak Laut