Kokkoku



Oleh Ardian Je

Kokkoku adalah sebuah anime Jepang yang rilis pada awal Januari 2018. Anime yang diproduksi oleh Gend Studio ini bercerita tentang kehidupan keluarga Juri Yukawa, seorang mahasiswi senior berumur 22 tahun dari Departemen Pendidikan Universitas Keika.
Keluarga Juri merupakan keluarga yang kurang beruntung, bahkan bisa dikatakan sebagai keluarga yang punya masalah terutama dalam bidang keuangan. Bagaimana tidak, Juri hidup bersama ayahnya, Takafumi, yang baru saja dipecat. Sementara pamannya, Tsubasa, 31 tahun, adalah seorang pengangguran yang masih bujang. Di dekat rumahnya tinggal pula kakeknya. Dalam episode pertama ini, ibu juri Nampak tidak terlihat.
Juri yang baru saja gagal dalam sebuah wawancara kerja harus menerima ujian yang berat. Awalnya, seperti biasa, ia diminta Sanae, kakak perempuannya, menjemput Makoto (anak Sanae, masih TK), karena Sanae harus bekerja. Karena sedang bad mood, ia meminta Tsubasa untuk menjemput Makoto. Di perjalanan pulang, Tsubasa diserang orang-orang tak dikenal. Tsubsaa dipukuli. Makoto dan Tsubasa dimasukkan ke dalam sebuah mobil. Para penculik meminta tebusan kepada keluarga Juri melalui telepon. Uang tebusan itu harus diserahkan di Gedung B kamar 102 yang berada di kota tempat mereka tinggal sebelum waktu yang ditentukan.
Uang tebusan sudah disiapkan—uang pensiunan kakek Juri. Karena waktu sudah mepet, dan jarak antara rumah mereka dengan gedung penyekapan cukup jauh, akhirnya kakek Juri mengeluarkan sebuah batu berwarna kuning dengan tulisan kanji (saya tidak tahu makna tulisan kanji itu). Batu itu memiliki lubang di tengahnya, lubang seperti pada sumur.
Di sini kejutan terjadi. Kakek Juri meminta Juri dan Takafumi meletakkan tangan mereka ke atas batu tersebut. Kemudian ia menyayat sedikit kulit tangannya, sehingga darahnya menetes dan masuk ke lubang batu tersebut.
“Aegis,” kata kakek Juri. Tiba-tiba suasana menjadi gelap. Ada beberapa cahaya terbang, kemudian masuk ke dalam tubuh mereka.
Seketika waktu terhenti. Semua makhuk hidup di sekitar mereka tidak bergerak, kecuali mereka bertiga. Takafumi dan Juri kaget. Kakek Juri menjelaskan, batu itu ia dapat dari kakeknya, namun ia sendiri tidak tahu dari mana kekeknya bisa mendapatkan batu itu.

Mereka menuju ke tempat penebusan. Para penculik diam seperti patung, pun dengan Makoto dan Tsubasa. Saat hendak menyelamatkan mereka, di pintu keluar, tiba-tiba datang serombongan orang—teman para penculik, bersama sang ketua rombongan. Namun, mereka yang baru datang itu bisa bergerak, seperti tidak terkena mantra.
Beberapa kali para penculik mencoba menangkap dan menghajar Juri dan yang lainnya, tapi gagal. Saat itu pula, kakek Juri mengeluarkan kekuatan yang lain. Ia bisa melakukan teleportasi. Sakti juga, ya, kakek satu ini. Namun itu tak bisa bertahan lama. Juri dan lainnya terkepung. Di saat yang kurang menguntungkan itu datang monster (atau iblis) raksasa—monster itu seperti ditumbuhi ranting-ranting pohon di tubuhnya. Nampaknya, kakek Juri dan Juri sudah mengenal monster itu.
Catatan saya untuk Kokkoku episode pertama ini adalah opening anime ini kurang greget, meski memang bertujuan untuk mengenalkan para tokoh dalam cerita, dan terkesan agak membosankan di sepuluh menit pertama. Konflik dan kejutan (yang ditandai dengan kekuatan sihir si kakek dari batu kuning) kurang cepat. Tapi, jika dinikmati dengan sabar, anime ini cukup menarik.
Bojonegara, Banten, Ahad, 21 Januari 2018.

Ardian Je, relawan Rumah Dunia; penikmat anime yang masih amatir.

Foto diambil dari anime Kokkoku (samehadaku) yang di-screen shoot.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bolu Kukus Legit dari Parahyangan

Tradisi, Islam, dan Masalahnya

Impian Luffy, Menjadi Raja Bajak Laut